SILABUS / SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)
PROGRAM STUDI TIMUR TENGAH & ISLAM
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS INDONESIA
SEMESTER GASAL TAHUN AKADEMIK 2008/2009
Mata Kuliah : Ushul Fiqih (Kelas Pagi, Sore & Weekend)
Kekhususan : Ekonomi & Keuangan Syariah
Bobot : 2 SKS (10 X Pertemuan)
Dosen : Dr. Uswatun Hasanah, MA
H.M. Cholil Nafis. Lc., MA
Hari : Kelas Pagi = Kamis Jam 09:30 s/d 12:00
Kelas Sore = Rabu Jam 16:00 s/d 18:30
Kelas Weekend = Jumat Jam 18:30 s/d 21:00
I. DESKRIPSI MATA KULIAH
Materi yang akan diberikan dalam mata kuliah Ushul Fiqih ini meliputi pengertian dalil dan metode penggalian hukum Islam, maqasid (tujuan) syari’ah, qawaid al-ushuliyyah dan qawaid al-Fiqhiyah.
II. TUJUAN PENGAJARAN (TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM/KHUSUS)
1. Agar mahasiswa memahami dan memperdalam berbagai metode penggalian hukum Islam dan mampu menerapkan dalam menghadapi berbagai masalah hukum Islam, khusus tentang ekonomi syari'ah.
2. Agar mahasiswa memahami dan memperdalam kaidah-kaidah Ushuliyyah dan kaidah-kaidah fiqhiyyah, serta mampu menerapkannya dalam menghadapi berbagai masalah hukum Islam, khususnya tentang ekonomi syari'ah.
III. METODE PERKULIAHAN
Perkuliahan Ushul Fiqih menggunakan metode ceramah dan diskusi. Diskusi dilakukan untuk membahas mengenai materi perkuliahan dan penerapannya dalam berbagai kasus.
IV. SISTEM PENILAIAN
Penilaian dilakukan berdasarkan empat komponen nilai dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Ujian Akhir Semester : 35 %
b. Ujian Tengah Semester : 35 %
c. Tugas (makalah), terdiri dari makalah
perorangan dan makalah kelompok : 30 %
V. RENCANA PERKULIAHAN
|
PERTEMUAN
KE |
MATERI PERKULIAHAN
(URAIAN TOPIK BAHASAN) |
BUKU
REFERENSI |
|
I
(PERTAMA) |
Pengantar kuliah, dalil dan metode penggalian hukum Islam: Istishab, |
- Nasrun Harun : 128 – 136
- Rahmat Syafi’i : 125 -127
- Abu Zahrah : 450 - 479 |
|
II
(KEDUA) |
'Urf, adz-dzari’ah |
- Nasrun Harun : 137 – 148,
160 - 172
- Rahmat Syafi’i : 128 -140
- Wahhab Khalaf : 148 – 151 |
|
III
(KETIGA) |
mazhab shahabi, syar’u man qablana, |
- H.A.Djazuli : 203 – 216
- Wahab Khalaf : 145 – 160
- Nasrun Harun : 149 – 159 |
|
IV
(KEEMPAT) |
dan Maqashid Syari’ah: pengertian maqashid syari’ah; dasar hukum maqashid syari’ah; dharuriyyah, hajjiyah dan tahsiniyyah |
- Abu Zahrah : 543 – 566.
- Ash Shiddieqy : 341- 352
- Wahab Khalaf : 354 - 367 |
|
V
(KELIMA) |
Kaidah-kaidah Ushuliyyah: Pengertian Kaidah Ushuliyyah; Pembagian Kaidah; Metode Perolehan Kaidah; dan Obyek Kaidah-kaidah Ushuliyyah. Kaidah-kaidah yang berkaitan dengan ‘Am; kaidah-kaidah yang berkaitan dengan khas; |
- Wahab Khalaf : 319 - 340
- Rahmat Syafi’i : 147,
187 - 194 |
UJIAN TENGAH SEMESTER |
|
VI
(KEENAM) |
Kaidah-kaidah yang berkaitan dengan Amar; kaidah-kaidah yang berkaitan dengan Nahi; Kaidah-kaidah yang berkaitan dengan muthlaq dan muqayyad. |
- Wahab Khalaf : 348 – 353
- Rahmat Syafi’i : 200 - 214
- Muchlis Usman : 15 – 57 |
|
VII
(KETUJUH)
|
Kaidah-kaidah yang berkaitan dengan dhohir al dilalah dan Takwil; kaidah-kaidah yang berkaitan dengan Kejelasan Dilalah dan Tingkatannya : Azh Zhahir, Al Nash, Al Mufassar dan Al Muhkam; kaidah-kaidah yang berkaitan dengan ketidak jelasan dalalah dan tingkatannya: Al Khafi, Al Musykil, Al Mujmal, dan Al Mutasyabih). |
- Wahab Khalaf : 281 – 311
- Rahmat Syafi’i : 150 - 181
- Muchlis Usman : 57 – 66 |
|
VIII
(KEDELAPAN) |
Kaidah-kaidah Pengambilan makna nash: Makna tersurat, isyarat nash, dalalah nash dan kehendak nash; kaidah-kaidah yang berkaitan dengan manthuq dan mafhum; kaidah-kaidah yang berkaitan dengan naskh dan mansukh |
- Wahab Khalaf : 245 - 280
- Muchlis Usman : 66 – 75
- Rahmat Syafi’i : 215 – 224
231 - 241 |
|
IX
KESEMBILAN |
Kaidah-kaidah Fiqhiyyah: Pengertian Qawaidul Fiqhiyyah; Sejarah Perkembangan dan Penyusunan qawaidul fiqhiyyah; Urgensi qawaidul fiqhiyyah dan sistematika qawaidul fiqhiyyah. Kaidah: Al Umur bimaqashidiha; kaidah: Al Yaqin la yuzalu bisysyak. |
- Muchlis Usman : 95 – 106
- Rahmat Syafi’i : 251 - 270
- Ash Shiddieqy : 360 - 384 |
|
X
(KESEPULUH) |
Kaidah: Al Musyaqqatu tajlibuttayzir; kaidah: La dlarara wa la dlirar; kaidah: Al 'Adah muhakkamah. |
- Muchlis Usman : 107 – 205
- Rahmat Syafi’i : 251 – 270
- Ash Shiddieqy : 360 - 384 |
UJIAN AKHIR SEMESTER |
VI. DAFTAR BUKU BACAAN
1. Abdul Wahhab Khallaf, Ilmu Ushul al-Figh;
2. Muhammad Abu Zahra, Ushul al-Fiqh;
3. Muhammad Shubhi al-Shalih: Ushul al-Fiqh;
4. Wahbah az-Zuhaily, Ushul al-Fiqh al-Islami;
5. Ibn Hazm (Muhammad Ali bin Ahmad bin Sa’id al-Zhahiri), al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam;
6. Amir Abdul Aziz, Ushul al-Fiqh al-Islami;
7. Saifuddin Abi al-Hasan al-Amidi: al-Ihkam fi Ushul al-Ahkam
8. Ali Hasaballah, Ushul al-Tasyri’
9. Mahmud Al Thanthawi, Ushul Fiqh al Islami
10. Nasrun Haroen, Ushul fiqh I (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2001).
11. Muchlis Usman, Kaidah-kaidah Ushuliyah dan Fiqhiyah Pedoman Dasar Dalam Istinbath Hukum Islam, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1999).
12. Ahmad Qarib, Ushul Figh 2 (Jakarta: PT. Nimas Multima, 1997).
13. Abdul Mudjib, Kaidah-Kaidah Ilmu Fiqh, (Jakarta: Kalam Mulia, 2001).
14. A. Hanafie, Usul Fiqh, (Jakarta: Wijaya, 1997).
15. Amir Syarifuddin, Ushul Fiqh, Jilid 2, (Jakarta: Logos Wacana Ilmu, 2001).
16. Rachmat Syafe’i, Ilmu Ushul Fiqih, (Bandung: C.V. Pustaka Setia, 1999).
17. Amir Mu’alim Yusdani, Ijtihad Suatu Kontroversi Antara Teori dan Fungsi, (Yogyakarta: Titian Ilahi Press, 1997).
18. Amir Nuruddin, Ijtihad Umar bin Khatab Studi Tentang Perubahan Hukum Dalam Islam, (Jakarta: Rajawali Press, 1991).
19. Huzaemah Tahido Yanggo, Pengantar Perbandingan Mazhab, (Jakarta: Logos, 1997).
20. Teungku Muhammad Hasbi Ash Shiddieqy, Pengantar Hukum Islam, (Semarang: PT. Pustaka Rizki Putra, 2001)
21. Dan Lain-Lain.
|